Sampah Berserakan di
Pinggir Jalan di Bekasi Menjadi Bau
HARIAN44 - Tumpukan sampah
berserakan di pinggir di Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Bau
menyengat pun tercium saat melintasi kawasan itu.
Pantauan detikcom, sampah itu
berserakan tepatnya di Jalan Prapatan, Jalan Mutiara Gading, Jalan Puri
Harapan, Desa Setiaasih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi. Sampah
plastik, bekas makanan, hingga botol plastik tampak berceceran.
Ketua RT 030 Desa Setiaasih,
Taufik, mengatakan para pekerja yang berangkat kerja pagi hari sering membawa
kantong berisi sampah untuk dibuang di pinggir jalan. Pasalnya, Jalan Prapatan,
Jalan Mutiara Gading, dan Jalan Puri Harapan adalah jalan yang sering dilalui
oleh pengendara menuju Jakarta.
"Itu (ulah) warga yang
berangkat kerja pagi-pagi. Dia suka buang di situ artinya kita nggak suuzan sih
tapi warga luar sini sih. Saya sering tegur (orang yang buang sampah di pinggir
jalan)," ujar Taufik kepada HARIAN44, Kamis (20/9/2018).
Setiap hari Kamis, petugas
kebersihan dari Pemkab Bekasi datang ke lokasi untuk membereskan sampah-sampah
yang berserakan itu. Sebagian sampah diangkut, sebagian dibakar.
"Kadang-kadang habis bakda
maghrib saya bakar. Kalau (petugas) dari kabupaten datang setiap Kamis, ada
yang diangkut, ada yang dibakar," ujar Taufik.
Kata Taufik, pengendara yang
melintas sudah rutin membuang sampah di pinggir jalan sejak 3 tahun yang lalu.
Saking kesalnya, Taufik membuat baliho besar untuk memperingatkan warga agar
tidak membuang sampah di pinggir jalan.
"Saya bikin baliho (seharga)
Rp 150 ribu. Kata-katanyanya sampai saya bikin tulisan 'yang buang sampah
disini, kunyuk!' Kesadaraannya (warga yang buang sampah sembarangan) belum ada,
tapi kalau di warga saya sih udah nggak ada (yang buang sampah pinggir
jalan)," tuturnya.
Warga setempat, Didi, mengaku
sering memergoki warga yang buang sampah di pinggir jalan. Bahkan, dia tak ragu
memarahi oknum tersebut.
"Saya sering kasih
peringatan. Saya pernah negur. Ngebuangnya (sampah) pagi-pagi (saat) orang
berangkat kerja, jadi kalo berangkat kerja sambil ngebuang sampah. Sambil bawa
kantong sampah. Namanya juga orang-orang jauh jadi tetep aja (buang
sampah)," ujar Didi.
Sementara warga lainnya,
Nurhayati, mengatakan warga setempat berinisiatif membuat pagar pembatas agar
tidak ada lagi yang buang sampah pinggir jalan.
"Pernah (ada yang terciduk),
diomelin, tapi ya tetep aja buang (sampah). Makanya dijaro (pagar). Biar nggak
ada yang ngebuang (sampah) lagi," ujar Nurhayati.


