Ternyata Begini Sifat
Jack Ma di Mata Orang Dekatnya
HARIAN44 - Duncan Clark adalah
salah satu orang yang dekat dengan Jack Ma. Ia adalah penulis buku best seller
tentang Ma berjudul Alibaba: The House That Jack Ma Built.
Duncan bertemu Ma pertama kali di
apartemen sang pendiri Alibaba pada tahun 1999. Waktu itu, Ma masih belum kaya,
belum terkenal. Duncan pun menjadi penasihat awal bagi Alibaba dengan
pengalamannya yang luas soal entrepreneurship. Berikut petikan wawancara dengan
Duncan mengenai sosok Jack Ma, dikutip HARIAN44 dari Heleo.
Seperti apa seorang Jack Ma?
Ambisinya selalu sangat besar.
Tapi entah bagaimana, pesona pribadinya, selera humor dan senang merendahkan
diri membuatnya berbeda dari sosok lain yang suka bicara besar, tapi terlihat
jelas hanya ingin pamer dan melebihi yang lain.
Dia adalah kombinasi tak biasa
antara ambisi dan rendah hati, dipadu latar belakangnya sebagai orang yang suka
membuat pertunjukan. Orang tuanya adalah pekerja seni pertunjukan serta dia
pernah menjadi guru dan tour guide.
Jadi lucu melihatnya sekarang
berada di event-event besar. Misalnya saat aku melihatnya di panggung bersama
Victoria Beckham dan Scarlett Johansson, pokoknya lucu. Tapi dia adalah seorang
performer dan dia tahu audiensnya.
Bagaimana dia di mata pegawainya?
Apa mereka diminta bekerja terlalu keras?
Aku berbicara dengan orang yang
meninggalkan perusahaan, termasuk satu yang dipecat bernama Daniel Wei.
Anehnya, mereka tak berkata buruk tentang dia. Dalam beberapa kasus, Jack tetap
berhubungan dengan orang yang harus ia pecat pada era dot com crash.
Benar bahwa dia memang berharap
orang-orangnya bekerja keras. Tapi dia juga menebar banyak hal yang fun pada
budaya perusahaan. Anda akan mendapat kesan itu saat ke Alibaba.
Apa kelemahan utama seorang Jack
Ma?
Anehnya adalah kemurahan hatinya.
Betapa banyak yang dia berikan, dulu misalnya ke investor Goldman dan kemudian
Softbank. Dia cukup murah hati memberikan banyak hal. Mungkin ada yang disesali
Jack Ma soal itu. Misalnya karena sudah berbagi banyak saham, dia frustrasi
karena tidak bisa memberikannya lagi ke orang kunci di perusahaan.
Dia sebenarnya juga tidak terlalu
ingin jadi wajah perusahaan. Dia turun dari posisi CEO, tapi tak seorang pun
bicara soal Daniel Zhang, CEO baru. Seperti halnya Steve Jobs identik dengan
Apple, Jack Ma adalah Alibaba.
Kenapa Anda menulis buku tentang
dia?
Bukuku adalah satu dari ratusan
buku soal dia. Ada bagian di toko buku China soal pemimpin bisnis, buku soal
Jack Ma adalah yang terbanyak dalam bahasa China. Tapi hanya sedikit yang
berbagasa Inggris sehingga kuanggap itu adalah kesempatan. Dia sendiri sebenarnya
juga ingin menulis buku berjudul A Thousand and One Mistakes.
Dia tak suka kebanyakan buku-buku
berbahasa China itu, jika Anda membacanya kesannya terlalu memuji dia. Aku
sendiri tidak menulis buku itu untuk dia. Kupikir dia juga kurang senang jika
aku terlalu dalam masuk ke urusan keluarganya. Aku memutuskan tidak
menceritakannya secara detail. Dia memang selalu mencoba menjaga privasinya.

