Ditemukan Dengan Selamat Pendaki Yang Hilang di Gunung Muro


Harian44 - Seorang warga yang tinggal di Palangka Raya, Indra Wijaya Arta Kesuma, dilaporkan hilang di kawasan Gunung Muro, Kabupaten Murung Raya, Provinsi Kalimantan Tengah sejak hari Jumat (31/5) akhirnya ditemukan dalam kondisi masih hidup.

Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Murung Raya, Robiyannor, menuturkan saat ditemukan Indra terlihat sangat kelelahan dan kurus.

"Warga asal Palangka Raya itu ditemukan pada Kamis (6/6) malam sekitar pukul 21.00 WIB," kata Robiyannor seperti yang dikutip dari Antara, Jumat (7/6).

Indra ditemukan di wilayah Desa Tambelum Kecamatan Tanah Siang Selatan oleh warga setempat, atau sekitar 20 kilometer dari lokasi hilang.

Keluarga korban mendapat informasi dari warga Desa Tambelum pada Jumat (7/6) pagi sekitar pukul 08.00 WIB, mereka pun langsung berangkat ke Gunung yang memiliki ketinggian 927 mdpl untuk mengonfirmasi kabar tersebut.

"Indra mengaku dia memang mendaki Gunung Muro di wilayah Desa Olung Muro dan sampai puncak gunung pada sore hari, hari sudah gelap dia turun gunung dan tergelincir ke sebelah kiri tebing gunung, dan ia juga sempat kehilangan arah jalan pulang sehingga tersesat," kata Robiyannor.


Baca Juga : 73 ribuan kendaraan Melintas Di Tol Cikampek Pada Hari Lebaran


Robiyannor menuturkan pada Jumat (31/5) malam sekitar pukul 20.00 WIB, Indra sempat berkomunikasi melalui telepon seluler dengan adik korban yang berada di Puruk Cahu.

Dalam percakapan terhadap adiknya, korban mengaku tidak dapat menemukan jalan pulang.

Setelah itu komunikasi pun terputus dengan adiknya itu, Indra mendengar suara lonceng dan dia berniat mengejar suara tersebut dan akhirnya suara tersebut hilang lalu korban tersesat.

Selama tiga hari koran berkeliling di kaki Gunung Muro mencari jalan untuk pulang, dan hari keempat Indra menemukan bekas pondok orang yang hanya beralas papan di pinggiran Sungai Manyakau, atau sekitar lima kilometer dari Gunung Muro.

Korban tersebut dengan tergas mengambil keputusan untuk tetap tinggal di pondok tersebut, dengan maksud menunggu warga lewat pondok dan minta bantuan untuk pulang.

"Korban menunggu di pondok itu untuk bertahan hidup hanya dengan makan umbut, pisang dan air sungai," ujar Robiyannor.

"Pada hari terakhir, korban bertemu dengan beberapa warga yang sedang melakukan pemburuan dan pada saat itu juga ia langsung minta bantuan dengan orang itu ke desa terdekat yakni Desa Tambelum dan dibawa ke desa itu."

Dan pada saat ditemukan, korban pada saat itu juga masih menyimpan telepon seluler miliknya dan pihak aparat desa menghubungi keluarga korban melalui HP korban.