Harian44 - Kepolisian telah menyatakan bom yang diledakkan terduga pelaku yang ada di Pospam Kartusura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada hari Senin kemarin pada tanggal 3 Juni malam adalah bom rakitan yang berdaya ledakan yang rendah.
Kesimpulan dari ini diambil setelah kepolisian sudah melakukan analisis forensik pada serpihan-serpihan bom yang ada di tempat kejadian tersebut, dengan serta sisa serbuk yang melekat di tubuh pelaku di sekitar perut maupun juga yang ada di luka terdapat di sebelah tangan kanan.
"Hasil kesimpulan sementara memiliki tersendiri yang juga sudah di sebut itu bom low explosive," Kepala Biro Penerangan Masyarakat atau biasa disebut (Karopenmas) Polri Brigjen Dedi Prasetyo, saat konferensi pers ledakan bom Kartasura, tepatnya berada di Mabes Polri, Jakarta, pad ahari ini tanggal 4 Juni.
Selain menganalisis forensik yang sudah ada di TKP, polisi pada hari ini juga sudah melakukan pengeledahan rumah pelaku dan juga menemukan serbuk putih yang diduga nitrat, arang, kabel, belerang dan beberapa barang bukti lainnya yang telah ditemukan petugas.
Baca Juga : Dua Anak Tewas Karena Adanya Kebakaran Dan Terkunci Di Rumah
Polisi menyimpulkan bahwa si pelaku ini merupakan lone wolf atau pelaku tunggal yang terpapar oleh ideologi ISIS, tapi belum tergabung dengan jaringan manapun.
Polisi juga ada menyebut bahwa si pelaku masih berumur 22 tahun dan status masih belum menikah.
"Kemudian jejak rekamnya di kelompok juga masih belum terlihat, dan rekam jejak aksi yang bersangkutan belum terbaca."
Terduga pelaku pengeboman pos polisi di Kartasura sendiri mengalami luka di tangan dan perut dan juga saat ini telah dibawakan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Semarang untuk mendapatkan perawatan medis dan dapat pemeriksaan, pada hari Selasa tanggal 4 Juni ini.

