ISIS berkomentar Serangan Bom yang terjadi di Afghanistan


harian44 – Ada sekitar dua orang yang tewas dan sekitar 20 lainnya yang terluka akibat ledakan bom di dalam sebuah masjid di kota Ghazni, Afghanistan. Ungkap para pejabat pada hari Sabtu, 6 Juli 2019.

Ledakan tersebut terjadi pada hari Jumat malam ketika masjid Mohammadiya di Khak-e-Ghariban sedang ramai dengan para jemaah yang datang beribadah, ucap Arif Noor juru bicara gubernur setempat sebagaimana diwartakan VOA Indonesia. Ada sekitar 70 orang yang ada di dalam masjid itu saat ledakan terjadi. Kata Kepala Dewan provinsi Nasir Ahmad Faqiri berserta anggota dewan Amanullah Kamran. Kelompok teroris ISIS ini mengklaim bahwa tanggung jawab atas serangan bom di Afghanistan kali ini. Sebelumnya, untuk Taliban juga membantah akan terlibatnya dalam serangan masjid tersebut dan yang mengecam pemboman itu. Saat ini ISIS, yang keberadaannya terbatas di kota Ghazni, dari warga Afghanistan ini juga dituduh sudah menghancurkan sebuah makam besar yang dijuluki dengan Shams Sahib di bagian barat Ghazni pada bulan Mei lalu. Dalam beberapa bulan belakangan ini, pihak kepolisian Ghazni telah menangkap sejumlah orang karena dituduh terkaitnya dengan ISIS.

Serangan Bom Sebelumnya

Sementara itu, ada sekitar 5hari sebelumnya di Taliban terdengar bahwa adanya sebuah ledakkan bom mobil yang terjadi dengan berkekuatan besar di sebuah area di Kabul, Afghanistan. Yang terdapat gedung-gedung militer dan pemerintah. Sekitar 16 orang pun terbunuh, ucap dari Kementerian dalam negeri dari negara itu kepada Al Jazeera yang dikutip pada Selasa, 2 Juli 2019 lalu.

Pada saat itu sebuah Bom meledak di jam sibuk pada pagi hari. Ketika sepanjang jalanan yang sedang dipenuhi orang orang dan akhirnya melukai 105 yang di antaranya ada termasuk 51 anak-anak dan juga 5 wanita. Menurut keterangan yang didapatkan dari otoritas pemerintah pada Senin kemarin. Mohammad Karim, seorang pejabat dari kepolisian yang berada di lokasi serangan terjadi tersebut, lalu menyebut bahwa bom itu meledak dari sebuah truk yang bermuatan barang di luar gedung kementerian pertahanan.


Namun ada setidaknya 5 militan Taliban di dalam kendaraan itu. 3 di antaranya yang dilaporkan terlihat berlari ke sebuah bangunan tinggi, terletak di dekat departemen teknik dan juga logistik kementerian pertahanan. Atas serangan ini, pihak kepolisian kemudian langsung meluncurkan tembakan ke arah mereka, akhirnya pertempuran bersenjata pun berlangsung kurang lebih dari 7 jam.

" Bentrokan itu berakhir dengan kematian dari kelima penyerangnya ," ungkap dari juru bicara Kementerian dalam negeri Nasrat Rahimi, dan menyatakan bahwa ada lebih dari 210 orang diselamatkan selama operasi tersebut.

Klaim Taliban


Taliban ikut mengaku dan bertanggung jawab atas serangan pada bom mobil 5hari lalu, kata juru bicara dari Zabuhullah Mujahid yang menyatakan bahwa kelompok ini menyerang,  " pusat logistik dan teknik " dari kementerian pertahanan. Keterangan lebih lanjutnya mengatakan bahwa, ledakan bom mobil yang terjadi itu menyebabkan " jatuhnya banyak korban pada sejumlah warga sipil yang disekitarnya, tetapi sebenarnya untuk sasaran serangan itu adalah untuk militer, bukan penduduk biasa.”

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), LSM yang bekerja di Afghanistan dan pemerintahnya, mengkritik Taliban karena menyebabkan terjadinya korban sipil lagi, termasuk anak-anak.

" Saya sedang tidur dan ketika saya mendengar suara dentuman yang keras. Setelah itu, atap kamar saya juga ambruk dan menimpa saya, membuat saya terluka, " ucap Ikram, seorang saksi mata kepada Al Jazeera.


" Hanya 100 meter kurang lebih jauhnya dan saya langsung melihat dari jendela, ternyata sudah ada tentara Taliban yang mengebom lebih banyak dan juga menembak pula. Nenek dan ibu saya juga ikut terjebak di bawah puing-puing setelah atap rumah kami menimpa mereka, " lanjutnya.

Saksi lainnya itu, Ismatullah Amanzai, juga ikut menyatakan bahwa temannya meninggal dalam salah satu ledakan yang terjadi di dekat garasi rumahnya.


" Saya sudah mencoba meneleponnya ketika ledakan itu terjadi, tetapi dia tidak mengangkat panggilan saya, kami sudah mengetahui dari petugas rumah sakit bahwa dia meninggal karena terluka parah," kata Amanzai.