Harian44 - Sebuah ledakan bom mobil di Kota Reyhanli,di bagian selatan turki dekat perbatasan Suriah pada hari Jumat, tepatnya pada tanggal 5 Juli 2019. insiden tersebut menyebabkan 30 orang tewas di tempat kejadian.
Dimana saat kejadianter tersebut, para korban yang terkenak bom mobil diyakini berkewarganegaraan Suriah bagian tengah yang masih berada di dalam kendaraan dan kemudian meledak, yang di jelaskan oleh reporter Al Jazeera Sinem Koseglu.
"Kota Reyhanli yang dekat dengan Provinsi Idlib di Suriah, menjadi lokasi yang penting bagi warga Suriah untuk melewati kota turki sebagai jalura arternaitf.
Dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa, bom mobil yang meledak di Provinsi Hatay itu di perkirakan adalah tindakan teror, dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (6/7/2019). Erdogan juga menambahkan beberapa kata, saat ini pihak berwajib sedang menyelidiki lebih ditail lagi soal bom mobil dan aktor di balik serangan bom mobil tersebut.
Sementara ini, media Anadolu Agencu sempat melaporkan, ledakan bom mobil yang terjadi kurang lebih dari satu kilometer di kantor gubernur. Rahmi Dogan, yang di katakan gubernur setempat, dan sampai sekarang penyebab bom mobil yang terjadi belum juga bisa di selesaikan dengan cepat.
Dilihat Dari rekaman video yang beredar sampai saat ini di media lokal, tampak sebuah mobil yang berada di alun alun kota tampak terbakar hingga akhirnya petugas pemadam kebakaran datang dan memadamkan api yang berkobar begitu dasiatnya.
Baca juga : Ternyata 5 Selebritas ini suka memakai make-up
Kejadian bom mobil ini pun bukan yang pertama kali terjadi di Kota Reyhanli, Turki., namun sudah beberapa kali terjadi Pada Mei 2013 yang lalu. bom mobil pun pernah meledak, ledakan yang terjadai menewaskan lebih dari 500 orang. Insiden nahas yang menjadi adalah seragan paling mematikan dalam sejarah Turki modern itu diduga disebabkan oleh serangan teroris yang sangat berbahaya.
Turki juga sempat menjadi target serangan bertubi tubi oleh teror pada tahun 2015 dan 2016. Kelompok teroris yang di kenal sebagai ISIS dan kurdi dianggap menjadi sebagai penyebab kedua insiden itu, yan menewaskan ribuan orang yang di saat itu sedang berada di sekitar lokasi kejadian.
Tak hanya bom saja, pada akhir tahun 2016 - hanya beberapa menit sebelum masuk 2017, terjadi juga pembantaian yang di sebabkan seorang pria bersenjata lengkap. Kala itu, 69 orang tewas di klub malam Reina, Istanbul.
Dalam konteks konflik Suriah, Turki telah menjadi salah satu pendukung pihak oposisi yang melawan rezim Damaskus selama konflik berlangsung. Saat ini, Negeri Ataturk itu berkontribusi menampung sekitar 3,5 juta pengungsi Suriah.

