harian44 – Surabaya, Unit dari kejahatan dan juga
kekerasan (Jatanras) Polrestabes asal Surabaya, telah menembak mati seorang begal di
Lakarsantri, Surabaya pada Rabu siang (10/7/2019).
Pelaku yang satu ini dikenal dengan sadis, dan bernama
Zianul Fanani berusia 32 tahun. Ia tertembak mati setelah melawan ketika sudah
oleh ditangkap polisi. Kapolrestabes Surabaya - Komisaris Besar Polisi, Sandi
Nugroho mengatakan bahwa, Fanani adalah seorang pelaku spesialis jambret yang
telah beberapa kali menjambret di wilayah sekitar Surabaya ini.
" Pelaku mempunyai sebuah kelompok. Mereka juga
sering hunting di jalanan. Mereka tak melihat apakah dia itu perempuan, tua
atau muda, pokoknya langsung saja ditarik tasnya. Yang jelas jika korbannya itu
melakukan perlawanan, dia tidak segan melukai korban dengan senjata tajam.
Sekalipun korban yang ditarik itu terbentur aspal pun, dia tak peduli, " ucap
Kombes Pol Sandi.
Pada saat sedang mengungkap kasus tersebut, pihak polisi juga
telah menemukan puluhan kartu ATM, tas, buku tabungan serta jam tangan hasil
dari kehajatan yang di jalanani pelaku selama ini. Sebelumnya, polisi juga sempat
melontarkan beberapa tembakan ke udara. Namun, pelaku juga menyabetkan senjata
tajamnya dihadapan para petugas.
" Sangat disayangkan bahwa, ketika dirinya ingin
ditangkap. Dia malah melawan petugas sehingga kami bertindak tegas sebagai
bukti bahwa, apa yang sudah kami sampaikan di awal, pelaku kejahatan yang ada di
Surabaya untuk tidak melakukan kejahatan di kota Surabaya ini lagi," ucap
dia.
Kombes Pol Sandi juga mengatakan bahwa ia akan terus
menindak tegas bagi para pelaku kejahatan yang sedang beroperasi di Surabaya. Serta
Ia juga tak segan untuk menembak, jika pelaku melawan saat ditangkap oleh para petugas.
Tak Hanya Mengincar
Mobil, Para Pencuri Ini Juga Doyan Mencuri Burung
Beberapa hari sebelumnya, komplotan pencuri mobil ini
yang sempat beraksi kejar-kejaran dengan anggota Jatanras, Direktorat Reserse
Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim di Pasuruan, Jawa Timur ternyata sering
mencuri burung bersama sangkar milik orang lain.
Kami mendapatkan kabar dari Direktorat Reserse Kriminal
Umum Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela mengatakan bahwa, dari penangkapan beberapa
komplotan pencuri ini, mereka juga telah berhasil meringkus lima orang
tersangka pencuri lainnya. Salah satu orang yang dianggap sebagai ketua
komplotan itu, ditembak mati oleh polisi setelah sempat melarikan diri ke
tengah sawah.
Kelima dari tersangka yang diringkus antara lain yaitu,
Leonaldo Kurniawan
(23 th), warga Sememi Benowo, Surabaya;
Dedi Setyawan
(24 th), warga Cerme, Gresik;
Ahmad Yonis
(23 th), warga Gresik;
Mat Ruji (44
th), warga Bangkalan, Madura;
Moh Mahfud (32
th), Sampang, Madura.
" Untuk salah satu tersangka yang atas nama Mahmudan
alias Dany, warga Benowo dari Surabaya, telah meninggal dunia saat berupaya untuk melarikan
diri. Dan ia terpaksa kita beri beberapa tindakan tegas, karena sempat
membahayakan para petugas," ucap dia di Mapolda Jatim, seperti ditulis
Rabu, 10 Juli 2019.
Namun ia menambahkan bahwa, para tersangka ini dalam
setiap aksinya tidak hanya mengincar mobil saja. Tetapi juga barang-barang yang
ada di dalam rumah sasaran juga ikut dirampok. Mulai dari beberapa barang
seperti laptop, handphone, hingga burung peliharaan yang mempunyai nilai
tinggi.
Leonard juga ikut mengatakan bahwa, para pelaku ini telah
berbagi tugas dalam menjalankan aksinya. Seperti tersangka Mahmudan alias Dany,
alias Geprek sebagai eksekutor. Sedangkan untuk tersangka Leonaldo dan Dedi,
bertugas mengawasi lingkungan sekitar area.
Hasil curian yang bisa mereka dapat, kemudian dititipkan
ke tersangka yang bernama Matruji dan juga Mahfud. Setelah mereka merasa
situasi aman, hasil curian tersebut kemudian dijual ke para penadah. " Hasil
penjualannya yang kemudian dibagi-bagi kepada para pelaku, sesuai dengan
tugasnya," ucap dia.
Dapat kita lihat bawha dari tangan kelima pelaku ini,
polisi berhasil menyita beberapa barang bukti berupa, 9 unit laptop, 2 buah
handphone, 8 tas, 7 plat nomor mobil, 9 BPKP kendaraan, 10 STNK, 8 ekor burung
berkicau, 2 buah kamera, 1 buah mata kunci dan juga 5 buku tabungan.


