Presiden Joko Widodo Akan Membuat Pulau Komodo Menjadi Nampak Lebih Eksklusif


harian44 - Jokowi akan memastikan bahwa, pemerintahan akan ikut membenahi beberapa kawasan Taman Nasional Komodo yang ada di Nusa Tenggara Timur. Jokowi juga menyebut, nantinya Pulau Komodo ini akan dibuat menjadi lebih eksklusif dari pada sebelumnya, sehingga jumlah pengunjung akan semakin banyak dan juga akan dibatasi.

Hal ini diucapkan oleh Jokowi usai mengunjungi Pulau Rinca, yang juga termasuk salah satu dari kawasan Taman Nasional Komodo pada, Kamis (10/7/2019). Beliau menilai bahwa hal yang satu ini dapat di lakukan lantaran pemerintah dalam memprioritaskan konservasi serta menjaga ekosistem komodo yang ada di Indonesia.

" Kita semua ingin nanti misalnya Pulau Komodo ini betul-betul lebih ditujukan untuk sebuah konservasi sehingga turis-turis yang ada di situ betul-betul kita batasi, adanya kuota, bayarnya juga mahal. Kalau enggak mampu bayar enggak usah ke sana. Misalnya seperti itu, tapi mau kita lihat Komodo juga masih bisa di Pula Rinca, " kata Jokowi.

Serta mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengingatkan, bahwa dalam mengembangkan sektor pariwisata ini kita juga harus mempertimbangkan daya dukung yang tersedia. Yang di mana dia ingin Taman Nasional Komodo ini tetap terjaga alami dengan memprioritaskan aspek lingkungan sektarnya.

Jokowi juga mengatakan bahwa, pemerintah akan menyiapkan beberapa desain besar untuk membatasi antara kawasan konservasi dengan pariwisata di Taman Nasional Komodo ini. Namun, hal yang terpenting menurutnya itu adalah desain pembenahan tersebut dapat saling terhubung antara satu destinasi wisata dengan lainnya.

" Rancangan besar yang sebentar lagi akan kita buatkan sebuah rapat terbatas sehingga grand desainnya itu betul-betul bisa tersambung antara Labuan Bajo, Pulau Rinca, Pulau Komodo, lautnya, dan juga semuanya," ujarnya.

Target Rampung 2023


Mantan dari Wali Kota Solo itu juga meminta agar pembenahan kawasan yang ada di Taman Nasional Komodo itu tak dikerjakan dengan setengah-setengah. Sebab, dia ingin pembenahan tersebut dapat terintegrasi, mulai dari wisatawan yang tiba di Bandara hingga menuju lokasi destinasi wisata tersebut.

Jokowi itu sendiri juga menargetkan pembenahan tersebut rampung pada tahun 2023 mendatang. Beliau menilai bahwa hal tersebut adalah pekerjaan yang lumayan besar, karena saat ini untuk pemerintah juga tengah membangun sebuah hotel serta landasan pacu atau runway di Bandara Komodo.

" Dua tahun - tiga tahun maksimal ini karena pekerjaan besar ya. Airport pas runway-nya jadinya, hotel-hotel mulai jadi, disini (Taman Nasional Komodo) juga jadi," ucapnya.


Menurutnya, populasi komodo yang ada di Pulau Komodo itu kurang lebih 1.700 ekor, sementara di Pulau Rinca ada 1.040 ekor komodo. Untuk itu, Jokowi juga ingin agar pembenahan di Pulau Komodo tak hanya mementingkan sektor pariwisata, namun juga daya dukung yang tersedia.

" Saya tadi sudah sampaikan kepada Kepala Balai untuk betul-betul dihitung daya dukung yang tersedia. Jangan sampai kita loss, bukan hanya urusan turisme, tapi juga kita harus melihat bahwa ini adalah salah satu kawasan konservasi, " kata Jokowi di usai meninjau beberapa kawasan.

Menurutnya, pembenahan tersebut ia lakukan sebagai upaya menjaga ekosistem, sehingga satwa juga tak terganggu akan pembenahan tersebut.


Bahas di Rapat Terbatas


Jokowi juga menyebutkan bahwa rancangan besar Taman Nasional Komodo ini akan dibahas lebih lanjut dalam rapat terbatas. Namun, yang terpentingnya Jokowi juga sudah meminta beberapa  desain pembenahan dapat terhubung antara Labuan Bajo, Pulau Rinca, Pulau Komodo, serta lautnya.

" Didesain dengan baik dan dikerjakan dengan tidak parsial. Jadi bisa betul-betul dirancang yang sekali keluar, tapi dirancang, direncanakan, dan juga betul-betul dari turun di airport sampai ke tempat tujuan betul-betul kelihatan sambungan ke semuanya," ucap Jokowi.

Jokowi ditemani yang ditemani oleh Ibu Negara Iriana menyusuri Pulau Rinca yang merupakan habitat kadal purba tersebut. Serta didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Pehubungan Budi Karya Sumadi, dan juga Gubernur NTT Viktor Laiskodat.



Sebagai informasi tambahan bahwa, Pulau Rinca yang terletak di sebelah barat Pulau Flores ini , dipisahkan oleh Selat Molo. Pulau Rinca, Pulau Komodo dan juga Pulau Padar merupakan salah satu kawasan Taman Nasional Komodo yang dikelola oleh Pemerintah Pusat.