Cerita Orang-orang Iran yang Hidup di Gua

Cerita Orang-orang Iran yang Hidup di Gua

http://harian44.blogspot.com/

Terdapat 4 desa di Iran yang dinobatkan oleh UNESCO sebagai cagar budaya. Salah satunya adalah Desa Maymand, desa yang terletak di dalam gua.
Dilansir detikTravel dari BBC, Selasa (30/5/2017) Desa Maymand merupakan desa yang terletak di Padang Pasir Iran, 38 Km dari Kota Babak, Provinsi Kerman. Desa ini merupakan satu di antara empat desa di Iran yang tercatat di UNESCO untuk Perlindungan Situs Budaya pada tahun 2005.

Menurut sejarawan, Desa Mayman telah ada sejak 12.000 tahun lalu dan dihuni sejak 2000 tahun lalu. Hal ini diketahui dari sebuah prasasti yang terdapat di Desa Maymand. Desa ini sangat unik, ramai dikunjungi karena rumah di desa ini berupa gua-gua.

Mereka membangun tempat tinggal di tengah-tengah gunung dan juga di dalam tanah-tanah gua karena kondisi cuaca. Jika musim panas mereka akan tinggal di rumah dengan atap jerami yang melindungi mereka dari panas. Sedangkan ketika musim dingin penduduk akan masuk ke dalam gua-gua yang mereka bangun.

Desa Maymand dulunya pernah mengikuti agama mistis kuno Zoroastrianisme di bawah pemerintahan Persia. Sehingga terdapat sebuah gua yang kono berfungsi sebagai kuil, dan sekarang telah menjadi museum kecil. Pada Abad ke-7 barulah agama Islam masuk dan berkembang di desa ini.

Puncak-puncak gunung mereka jadikan kuburan bagi sanak keluarga yang meninggal. Dengan demikian kita dapat menyaksikan sejumlah tempat ibadah dan kuburan kuno di puncak gunung.

Rumah-rumah dalam gua ini dibangun dengan cara diukir dari batu karang lunak. Begitu juga koridor, pilar dan kompor yang digunakan masyarakat untuk masak dan menghangatkan rumah selama musim dingin. Penduduk setempat juga mengatakan nenek moyang mereka tidak menggunakan palu atau pahat, tetapi sejenis batu runcing keras untuk mengukir batu.

Di Desa Maymand terdapat 400 gua yang dibangun lebih dari 10.000 tahun yang lalu, namun yang utuh hanya 90 rumah. Rumah ini bisa memiliki 7 ruangan, masing-masing setinggi 2 meter dengan luas 16 sampai 20 meter persegi.

www.pokerjingga.org

Jika traveler berkunjung ke sini tidak perlu khawatir mengenai penginapan. Di sini telah ada gua yang dibuat untuk penginapan yang menawarkan suasana gua seperti gua-gua yang dimiliki masyarakat setempat. Masyarakat juga telah memperbarui gua sesuai dengan gaya hidup. Sudah ada listrik yang memungkinkan untuk pendingin ruangan bahkan televisi.

Namun di dalam gua tidak ada air mengalir dan aliran udara yang cukup karena ventilasi yang minim. Dan juga dinding-didingnya berwarna kehitaman karena hasil jelaga dari api yang digunakan untuk memanas air dan ruangan. Tidak jauh dari penginapan juga telah ada rumah makan yang menyediakan masakan khas daerah tersebut.