Jurus Dewa Mabuk Setya Novanto

Jurus Dewa Mabuk Setya Novanto

http://harian44.blogspot.com/

Harian44 - Setya Novanto kecelakaan, tagar #SaveTiangListrik langsung jadi trending topic di Twitter. Bukan ungkapan kesedihan dan untaian doa dari netizen, tapi komen atas peristiwa yang dialami Ketua DPR ini. Seperti cuitan @ibnu_apk: RESMI: tiang listrik tersangka karena mencoba menghalang-halangi pemeriksaan korupsi e-KTP. Kalau akun @vnxnt bilang: Diduga mengantuk, sebuah tiang listrik tabrak mobil ketua dewan yang sudah kehilangan kehormatannya.

Yah, itulah babak baru drama Setnov. Entah kecelakaan asli ataukah jadi-jadian, masih simpang siur. Setnov ini memang tak ada matinya soal bikin gaduh. Kok ya ndak bosen-bosen main petak umpet sama KPK. Sampai-sampai beberapa malam lalu KPK harus jemput paksa ke rumah si Papa ini. Tapi apa hasilnya? Zonk! Hingga sampai tengah malam, Setnov tidak diketahui di mana rimbanya.



Sudah tiga kali Setnov dipanggil sejak ditetapkan kembali sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus mega korupsi e-KTP. Tapi selalu mangkir dengan beragam alasan. Katanya sih harus ada izin dari Presiden Jokowi dulu sebelum diperiksa. Itu alasan yang tertuang dalam surat balasan kepada KPK yang dikirim oleh Sekjen DPR. Tanpa izin Presiden, tak ada hak KPK memeriksa. Aih, badel kali ini orang!

Namun surat ini nampaknya tidak mempan untuk mencegah KPK, karena banyak yang membantah. Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang notabene sesama Partai Golkar, pun ikut berkomentar bahwa tak perlu izin Jokowi untuk memeriksa Setnov. Ia sebelumnya bahkan meminta dokter di RS Premier Jatinegara, tempat Setnov pernah dirawat, membuat penjelasan kepada publik bahwa Ketua Umum Partai Golkar itu memang benar-benar sakit. Ini terkait banyaknya meme dari netizen soal sakitnya Setnov. Netizen anggap si Papa ini hanya bersandiwara.

http://pokerjingga.com/

Apakah sampai di sini langkah Setnov? Oh, tentu tidak! Ingat, Setnov ini adalah jagoan taktik yang telah melanglang buana di dunia perpolitikan. Ia sudah lolos dari tujuh jeratan hukum, termasuk yang terakhir yakni memenangkan praperadilan dalam kasus korupsi e-KTP beberapa waktu lalu. Sebagai jagoan tangguh, jurus yang disiapkan pun menyasar ke sana kemari .