Perumahan Di Palembang Rusak Diterjang Angin


Perumahan Di Palembang Rusak Diterjang Angin

http://harian44.blogspot.com/

HARIAN44 - Hujan deras disertai angin kencang tak hanya merusak atap atap plafon light rail transit (LRT) Palembang dan venue di Jakabaring Sport City. Beberapa rumah warga di sekitaran Jakabaring terpantau ikut rusak.


Dari pantauan detikcom, terlihat belasan rumah warga yang ada di Tegal Binagun, Plaju ikut roboh. Rumah yang roboh dan atapnya terbang itu rata-rata terbuat dari kayu.

Selain rumah kayu terlihat pula beberapa rumah permanen yang di bagian atapnya terbuat dari rangka baja. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.

"Tadi hujannya deras sekali dan anginnya juga kencang. Semua warga di sini panik dan keluar rumah, rumah saya ini ditimpa pohon saat hujan deras tadi sore," cerita Nuraini, salah satu warga yang rumahnya tertimpa pohon, Sabtu (27/10/2018).

http://harian44.blogspot.com/

Saat kejadian, anak dan cucunya sempat terkurung di dalam rumah. Namun keduanya berhasil keluar dengan selamat usai dibantu warga sekitar.

"Alhamdulillah semua selamat, hanya ini saja yang hancur. Belum tau bagaimana nasib kami besok," imbuh Nur menunjuk rumahnya yang hancur.

"Nggak tahu berapa semua rumah yang rusak, tetapi kata warga banyak sampai belasan lebih. Listrik juga sempat mati," sambung Nur.

Hujan deras dan angin kencang melanda sebagian daerah di Palembang sore ini. Beberapa fasilitas umum dan venue olahraga di Jakabaring terpantau rusak parah. Termasuk pohon di kawasan JSC juga tumbang.

Kepala Stasiun BMKG Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Tri Agus Purnomo menyebut potensi hujan lebat disertai angin kencang memang terjadi pada sore ini.

"Kami sampaikan kecepatan angin sore ini di kawasa Jakabaring dan sekitarnya tercatat 50 Km perjam. Sementara untuk hujan itu mencapai 11 milimeter," terang Agus.

Fenomena ini disebabkan adanya awan kumulonimbus dengan kondisi di udara relatif hangat. Terutama di daerah pertumbuhan awan.

pokerjingga.me

Akibat dari awan itu dapat menyebabkan perbedaan tekanan yang signifikan dan dapat menimbulkan angin kencang saat siang dan sore hari di Kota Palembang.

"Warga kami himbau agar tetap waspada saat hujan turun disertai angin kencang," ujar Agus.