Harian44 - Kementerian Perhubungan telah memprediksikan atasu puncaknya arus mudik lebaran pada tahun 2019 ini pada Sabtu 1 Juni ini. Prediksi itu berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan pada tanggal 31 Mei yang menunjukkan semua moda yang bisa disebut juga kendaraan darat tersebut belum mengalami lonjakan arus kendaraan.
"Pada hari ke 5 shift II, semua moda belum mengalami lonjakan penumpang dan arus kendaraan. Untuk itu puncak arus mudik dimungkinkan bisa terjadi pada tanggal hari ini 1 Juni. Sehingga perlu diantisipasi," kata Ketua Posko Angkutan Lebaran Terpadu Harian pada Shift II Nur Isnin Istiartono, hari ini Sabtu tanggal 1 Juni.
Berdasarkan pada hasil pantauan mereka hingga pukul 08.00 WIB tadi, arus pergerakan semua moda lancar sangat terkendali dan tidak ada penumpukan kendaraan atau macet.
Namun, siapa sangka pada kondisi tahun ini berbeda dibandingkan jelang arus mudik tahun 2018 lalu karena tahun ini jumlah penggunaan kendaraan pribadi meningkat tinggi dibandingkan pengguna kendaraan umum.
Hingga pukul 08.00 WIB, sekitar 162.141 para pengguna sepeda motor masuk ke arah jalan Merak, Sadang, Balonggandu, Rancaekek, Prupuk, Pejagan, Tegal dan juga Kendal. Angka itu meningkat menjadi 63 persen dibandingkan 2018 lalu yang berkisar 98.93.
Baca Juga : Seseorang Anak Tenggelam Di Galian Tambang Samarinda
Sekitar 88.227 pengguna mobil kecil yang masuk ke delapan titik itu hingga pagi tadi, atau terjadi peningkatan sebanyak 35 persen. Tahun lalu, pada Hari ke 5 lebaran, jumlahnya hanya 37.461 mobil yang bermuatan kecil.
Sementara itu, penggunaan transportasi umum menjadi menurun. Berdasarkan data sarana transportasi Indonesia atau Siasati, hingga pada Jumat kemarin pada tanggal 31 Mei malam 580.191 penumpang sudah diangkut dengan menggunakan kereta api, sementara tahun lalu mencapai 788.849 sehingga mengalami penurunan 26,45 persen.
Penurunan juga terjadi pada angkutan laut, Sehiingga pada pukul 06.24 WIB secara umum jumlah penumpang yang naik mencapai 598.317 orang, menurun menjad 0,07 persen jika dibandingkan dengan 2018 sebesar 598.755.
Penggunaan angkutan udara juga menjadi menurun sekitar 39,19 persen. Hingga pukul 06.40 WIB total penumpang yang diangkut sebanyak 704.254, sementara tahun lalu mencapai 1.158.213.
Total pemberangkatan pesawat adalah 5.726 penerbangan, menurun drastis menjadi 37,89 persen dari tahun lalu hingga 9.219 flight.

