5 buah Penemuan Arkeologis yang Istimewa


harian44 - Bagi kalian yang suka dengan arkeologi tapi benci dengan debu, kotoran, serta takut melihat kerangka manusia? Kali ini kalian beruntung. Dilansir dari harian44 tentang Daftar penemuan arkeologis yang sangat menakjubkan berikut ini akan membahas perjalanan tentang menembus waktu dan melintasi dunia, tanpa ' menyentuh ' horor tadi.
Jika kita lihat kembali dari perpustakaan Raja Ashurbanipal yang hilang hingga adanya makam beracun yang selalu dijaga oleh para pejuang terakota di Shaanxi. Pastinya kalian akan penasaran bukan?  berikut adalah 5 penemuan arkeologis yang memiliki nilai istimewa sepanjang masa, seperti dikutip dari harian44, Rabu (3/7/2019).

Kota Troy


Penemuan troy di Turki. (Credit: Brian Harrington Spier, Creative Commons.)
Arkeolog yang satu ini menemukan situs yang diperdebatkan sebagai Troy, karena kota kuno ini yang konon menjadi tempat Perang Troya antara Kerajaan Troy dengan Yunani Mycenaean. Peperangan itu berada di sebuah tempat yang dikenal sebagai Hisarlik, di pantai barat laut Turki. Tempat yang khusus ini dulunya adalah kota Troy, yang sudah berakar pada ribuan tahun sejarah dan mitologi setempat.
Namun pada awal Abad ke-19, seorang arkeolog yang bernama Heinrich Schliemann ini, telah mempopulerkan anggapan itu di seluruh dunia. Setelah serangkaian berbagai penggalian di kota Hisarlik dan menemukan harta karun yang diklaim sebagai milik sang Raja Priam, penguasa dari Troy pada saat sebelum terjadinya Perang Troya.

Meski arkeolog ini tidak dapat sepenuhnya di yakini bahwa Hisarlik adalah legenda Troy, dan mereka mengetahui bahwa tempat tersebut telah dihuni selama ribuan tahun (3.000 SM hingga 500 M). Faktanya, Hisarlik ini adalah lokasi yang mana setidaknya sudah terdapat 13 kota yang berbeda, serta masing-masing dibangun di atas reruntuhan kota yang telah datang sebelumnya, menurut para arkeolog.

Mumi Raja Tutankhamun


Misteri penemuan dari para arkeologis berikutnya dalam daftar ini, yaitu sebuah makam Tutankhamun, atau King Tut. Yang memiliki kamar penguburan mewah firaun Mesir. Kamar itu pertama ditemukan pada tahun 1922 oleh tim arkeolog yang dipimpin seorang ahli Mesirir asal Inggris, Howard Carter.

Tutankhamun telah berkuasa sekitar 1332 SM pada usianya 9 tahun dan telah meninggal sekitar 9tahun kemudian. Kejadian Kematian yang tak terduga bisa menjelaskan mengapa makam firaun itu tampaknya diselesaikan dengan terburu-buru.
Ada juga Mikroba yang ditemukan di dinding kuburan tersebut menunjukkan bahwa di cat temboknya tidak kering saat makam itu disegel, pendapat para arkeolog.

Saat Carter dan timnya melakukan penelitian dalam makam King Tut itu, mereka diperlihatkan dengan berbagai harta benda sudah termasuk dua buah patung raja " kulit hitam " serta sederet sofa berlapis emas yang diukir bentuk-bentuk binatang yang eksotis.
Pada peninggalan berharga itu memiliki nilai yang sangat fantastis sehingga Carter beserta rekannya harus melindungi barang-barang tersebut dari para perampok dengan mengabadikan mitos bahwa siapa pun yang memasuki makam tersebut akan menderita di bawah kutukan firaun ini.

Baca Juga : Bra Merah Jambu ini yang akan Jadi Saksi Bisu Suami Jahanan jual Istri di Pasuruan

Machu Picchu


Salah satu tempat arkeologi paling populer di Bumi selanjutnya, Machu Picchu. Yang adalah sebuah tempat para Suku Inca pada Abad ke-15 yang terletak tinggi di lereng gunung di Peru. Hiram Bingham III, seorang profesor di Yale University telah menemukan kembali tempat tersebut pada tahun 1911. Sampai saat itu, terdapat beberapa reruntuhan kuno yang berada di bawah radar penjajah dan pemukim Spanyol yang membuatnya terawat.
Banyak dari arkeolog yang percaya juga bahwa Machu Picchu ini pernah menjadi tanah dari kerajaan Pachacuti Inca Yupanqui yaitu penguasa Inca pada Abad ke-14. Kompleks yang besar ini meliputi beberapa area seluas sekitar 126 mil persegi (326 kilometer persegi) serta sudah mencakup dinding, teras, rumah, dan beberapa kuil disekitarnya.

Pompeii


Selanjutnya pada tahun 79 M, terjadi letusan Gunung Vesuvius yang mengakibatkan kota Pompeii Romawi diselimuti dengan awan panas dan material vulkanik. Serta telah menewaskan seluruh penduduk yang ada di tempat tersebut. Sisa-sisa kota dan warganya yang terkubur di bawah lapisan batu apung dengan abu setebal 19 hingga 23 kaki (6 hingga 7 meter), menurut Encylopædia Britannica.
Pompeii ini sendiri tetap tidak tersentuh sekian lama kurang lebih dari seribu tahun, sampai pada akhir Abad ke-16, seorang arsitek yang bernama Domenico Fontana ini tertarik pada dinding kuno yang tertutup fresco  itu (lukisan mural yang dilakukan di atas plester yang baru saja dipasang) di sebuah kediaman di Pompeii, saat ia mengerjakan sebuah proyek infrastruktur. Namun tak ada penggalian yang lebih lanjut ditempat itu, sampai pertengahan abad ke-18, saat para pekerja menggali sebuah fondasi untuk membangun istana musim panas bagi Raja Napoli.

Prajurit Terracotta

Yang terakhir itu pada tahun 1974. Para petani asal Tiongkok telah menggali salah satu temuan arkeologis terbesar pada abad ke-20 yang berisi tentara Terracotta dari kaisar pertama China yaitu, Qin Shi Huang (259 SM - 210 SM).

Para prajurit itu terbuat dari tanahliat beserta beberapa kereta kuda yang  diukir dengan sangat detil, kemudian dimakamkan dekat makam sang kaisar untuk “ konon “ membelanya sampai akhirat. Tokoh-tokoh lainnya, termasuk akrobat dan musisi juga ikut dimakamkan bersama jasad sang raja.

Terletak di bawah tanah dekat kota Xi'an di provinsi Shaanxi – China. Terdapat beberapa koleksi besar kuno yang terletak kurang dari 1 mil dari museum piramida Shi Huang. Tetapi tempat itu adalah tempat peristirahatan terakhir kaisar tidak pernah digali lagi.
Para ilmuwan telah menggunakan berbagai penginderaan jarak jauh serta perangkat radar untuk mempelajari lebih lanjut tentang kota metropolis bawah tanah tersebut, akan tetapi belum memasuki makam kaisar karena mereka terkendala tentang masalah kesehatan. Deskripsi dari makam yang ditulis seabad setelah pemerintahan Shi Huang, menyatakan bahwa sungai dan aliran buatan yang ada di dalam makam itu sudah pernah dialiri dengan merkuri beracun.