Gempa Maluku Utara Magnitudo 7,2, Membuat Warga Gorontalo Menjadi Panik


harian44 - Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi kembali di wilayah Maluku Utara serta getarannya tersebut berpusat di 62 km Timur Laut Kota Labuha. Guncangan dari gempa tersebut terasa hingga di pusat Kota Ternate. Para warga yang berada di dalam pusat perbelanjaan itu pun langsung berlarian keluar untuk menyelamatkan diri dari gempa tersebut.

Berdasarkan dari hasil analisis mekanisme yang bersumber menunjukkan bahwa, gempa tersebut terjadi karena adanya deformasi dari bebatuan dengan mekanisme pergerakan dari struktur sesar yang mendatar. Hasil dari pemodelan menunjukkan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

" Hingga pukul 17.00 WIB, hasil dari monitoring BMKG menunjukkan bahwa ada 7 kali aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan kira kira bermagnitudo di atas 5 sebanyak 5 kali dan 2 kali magnitudo di bawah 5, " ucapnya.

Lari ke Daratan Tinggi

Dirangkum dari harian44, Minggu (14/7/2019), ada sebagian besar dari warga di pesisir pusat kota berjuluk Bahari Berkesan itu sempat panik dan juga langsung menyelamatkan diri ke dataran tinggi usai terjadinya guncangan gempa.

Nuryati Ahmad adalah salah satu warga Ternate yang mengatakan bahwa dirinya lari untuk mencari tempat aman di dataran ketinggian karena ada informasi bahwa adanya air laut di pesisir pantai yang surut.

" Tadi pas saya jalan, ada warga berlarian bilang air itu naik. Makanya saya juga langsung lari ke sini, " ucapnya, di lokasi Puncak Gomayou, Ternate, Minggu malam. Ia juga mengatakan akan kembali ke rumah untuk mengecek kembali di wilayah pesisir.

" Ini mau kembali ke rumah. Karena dari petugas BPBD bilang tidak ada potensi tsunami, " lanjutnya.

Hal yang sama disampaikan oleh Samsudin, warga Desa Mafa, Gane Timur, Halmahera Selatan, Minggu malam. Samsudin mengatakan bahwa, warga yang ada didesa setempat saat ini sudah mengungsi ke salah satu dataran tinggi di puncak Gunung Wale, di Desa Mafa.


Ia menceritakan bahwa, saat terjadinya gempa bumi itu terjadi, mereka sedang berada di dalam rumah masing masing. Karena langsung panik akan adanya tsunami dan akhirnya ia bersama keluarganya langsung lari menyelamatkan diri ke puncak gunung tersebut.

" Kami bersama-sama dengan warga di sini sudah di Gunung Wale, " katanya.

Sesaat terjadinya gempa, warga Labuha juga langsung bergegas mengungsi ke daerah ketingggian seperti daerah Hidayat dan juga Papaloang karena kekhawatir mereka jika adanya potensi tsunami.

" Warga yang sempat mengungsi ada yang menggunakan kendaraan roda dua dan juga roda empat, namun tidak sedikit pula yang berlari dengan membawa barang seadanya saja, semua warga terlihat sangat panik, "

Para pengunjung di sejumlah pusat perdagangan di Labuha seperti yang ada di Pasar Habibi juga langsung lari berhamburan pulang, bahkan yang sedikit juga langsung mengungsi ke daerah ketinggian tanpa sempat pulang ke rumah terlebih dulu .


Sementara itu, Kepala dari BMKG Ternate Kustoro menjelaskan bahwa dari gempa yang berkekutan Magnitudo 7.2 berpusat di sekitar Gane Barat, sekitar 68 KM dengan kedalaam 10 KM dari kota Labuha itu tidak berpotensi tsunami.

Akibat Gempa

Gempa yang terjadi dengan bermagnitudo 7,2 SR itu mengguncang wilayah Maluku Utara, pada Minggu (14/7/2019) pukul 16.10 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui akun resmi dari twitter @infoBMKG menyatakan bahwa, pusat gempa tersebut berada 0.59 Lintang Selatan dan 128.06 Bujur Timur atau berjarak sekitar 62 kilometer dari timur laut Labuha, Maluku Utara.

BMKG juga menginformasikan bahwa, gempa tersebut berada dalam kedalaman 10 kilometer.
Serta menyatakan juga jika gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.  Hingga sampai saat ini juga belum ada laporan tentang kerusakan yang terjadi hingga saat ini akibat gempa tersebut. Gempa itu pun bisa terasa hingga Manado, Ambon, Ternate, Namlea, Gorontalo, Sorong dan Bolang Mongondow.



Sampai saat ini juga sudah ada beberapa gempa susulan yang sempat terjadi. Namun sampai sekarang juga belum diketahui adanya korban jiwa serta kerusakan bangunan akibat gempat tersebut.